Kontaminasi Silang dan Risiko Bagi Kesehatan

Kontaminasi Silang dan Risiko Bagi Kesehatan

Memasak memang menyenangkan, ya. Selain bisa berhemat, kamu juga bisa membuat hidangan yang porsinya besar serta sesuai dengan seleramu. Kalau kamu suka memasak, berarti kamu juga harus cermat membersihkan bahan makanan dan peralatan dapurmu. Jangan sampai terjadi kontaminasi silang ketika kamu memasak sehingga kesehatanmu dan orang yang menyantap makanan buatanmu jadi terganggu.

Masih banyak orang yang tidak mengetahui informasi tentang kontaminasi silang. Secara harafiah, kontaminasi silang dapat diartikan sebagai perpindahan kuman dari bahan makanan satu ke bahan makanan lainnya melalui perantaraan benda. Jadi, perpindahan kuman tak hanya terjadi melalui tangan yang kotor lho.

Kalau tangan yang kotor bisa dibersihkan dengan gel pembersih tangan, maka lain halnya dengan kontaminasi silang. Kamu harus lebih teliti melakukan langkah-langkah memasak untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.

Benda yang Bisa Menjadi Perantara Dalam Kontaminasi Silang

Proses kontaminasi silang dapat terjadi melalui penggunaan benda-benda yang sudah terkontaminasi kuman. Beberapa peralatan dapur seperti talenan kayu dan kain lap kerap jadi perantara yang memicu terjadinya kontaminasi silang.

Tidak mencuci talenan usai digunakan memotong daging serta menggunakan kain lap yang tidak bersih ketika memasak membuat risiko penyebaran kuman jadi semakin besar. Kuman yang menempel pada talenan kayu atau kain lap mudah berpindah pada bahan makanan lain saat kamu sedang memegang bahan makanan tersebut.

Akibat Fatal yang Ditimbulkan Kontaminasi Silang

Kontaminasi silang bisa menyebabkan makanan buatanmu mengandung bakteri dan kuman berbahaya. Pada kasus ringan, kontaminasi silang bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare. sementara untuk kejadian yang lebih parah, kontaminasi silang bisa membuat penderitanya mengalami keracunan makanan.

Cara Mencegah Kontaminasi Silang

Kamu bisa mencegah kontaminasi silang dengan cara yang relatif mudah. Gunakan talenan plastik yang tak mudah menyimpan kuman dan bakteri. Mendahulukan pengolahan sayuran sebelum mengolah daging akan membuat risiko kontaminasi silang semakin kecil. Selain itu, jangan lupa untuk mencuci bersih seluruh peralatan dapur dan kain lap sebelum dan sesudah memasak.

Satu hal yang juga tak boleh kamu lewatkan kala memasak adalah mencuci bersih tanganmu sebelum dan sesudah memasak. Kamu bisa menggunakan produk pembersih tangan tanpa air bila ingin mencuci tangan secara praktis dan efektif. Bila tanganmu sudah bersih, kamu pun siap berkreasi membuat makanan yang lezat, sehat, dan higienis.

Cara Membersihkan Kompor Gas Yang Benar

Cara Membersihkan Kompor Gas Yang Benar

Biasanya saat memasak akan ada cipratan minyak atau kuah yang menempel di bagian kompor. Jika noda tersebut dibiarkan menempel di kompor, maka akan memicu munculnya jamur dan bakteri di kompor, sehingga kompor mudah berkarat dan rusak.

Kompor memiliki beberapa jenis yang bisa digunakan untuk memasak setiap harinya. Jenis kompor yang paling sering digunakan adalah kompor gas. Kompor gas memiliki beberapa bagian utama yang harus rutin dibersihkan.

Karena kompor gas ini mengeluarkan, sehingga harus dibersihkan dengan cara yang benar dan aman, agar kualitas api tetap terjaga. Berikut cara membersihkan kompor gas, dilansir dari berbagai sumber:

Jenis Kompor Gas

Kompor terdiri dari kompor gas, kompor listrik dan kompor induksi. Kompor gas memang jenis kompor yang harganya paling terjangkau. Kompor gas ini juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan menurut fungsinya. Berikut jenis-jenis kompor gas:

  1. Kompor Gas Tanam

Kompor gas tanam adalah kompor yang ditanam di kitchen set, sehingga kompor gas ini tidak bisa dipindahkan. Kompor gas ini bisa memberikan kesan minimalis untuk dapur rumahmu.

  1. Kompor Gas Freestanding Multifungsi

Jenis yang kedua adalah kompor gas freestanding multifungsi. Kompor gas ini memiliki 4 sampai 6 tungku dan ada mesin pemanggang di bawahnya. Kompor ini sangat cocok digunakan untuk kamu yang sangat hobi memasak kue.

  1. Kompor Gas Portable

Jenis kompor gas portable adalah kompor yang sering digunakan untuk travelling, karena bentuknya kecil dan menggunakan gas kecil, yang bisa dibawa kemana saja. Karena bentuknya yang kecil, kompor ini tidak disarankan untuk memasak masakan dalam porsi besar.

  1. Kompor Gas Komersil

Kompor gas komersil adalah kompor dengan bentuk yang terbuat dari kerangka saja. Kerangkanya terbuat dari besi cor yang bisa membuat bara api sangat besar. Kompor ini tidak boleh digunakan di rumah, karena memiliki api yang sangat besar. Kompor ini biasanya digunakan di restoran.

  1. Kompor Gas Dua Tungku

Kompor gas dua tungku sering digunakan untuk perlengkapan rumah tangga. Kompor ini sangat praktis dan aman digunakan di rumah. Harganya pun sanat terjangkau daripada jenis kompor gas yang lainnya.

Cara Memilih Kompor Gas

Kompor gas adalah salah satu jenis kompor yang sering digunakan di rumah. Kompor gas memiliki beberapa bagian seperti tungku dan ring kompor. Memilih kompor gas tidak boleh sembarangan, kamu harus memperhatikan kualitas dari kompor tersebut, agar aman saat digunakan di rumah.

  1. Ukur Luas Dapur

Sebelum membeli kompor gas, ukurlah luas dapur dan sesuaikan dnegan kebutuhan. Kompor gas yang sering ada di rumah adalah kompor gas 2 tungku. Tetapi kalau kamu jarang memasak, belilah kompor gas 1 tungku yang harganya lebih terjangkau.

  1. Perhatikan Pematik Api

Saat membeli, perhatikan pematik kompor gas. Karena ada pematik kompor yang bisa digunakan secara manual dan otomatis. Kompor gas yang dinyalakan secara manual, membutuhkan korek untuk menyalakan apinya.

  1. Berbahan Stainless Steel

Pilihlah kompor gas yang berbahan stainless steel, karena bahannya ringan, tidak mudah berkarat dan kualitasnya terjamin.

  1. Ring Kompor Berbahan Kuningan

Agar keluarnya api bisa rata dan membuat makanan cepat matang, kamu bisa menggunakan burner atau ring kompor dari bahan kuningan. Bahan ini bisa menyebarkan panas secara merata dan aman di gunakan di dalam rumah.

  1. Pilih Merek yang Berkualitas

Tentu saja saat memilih kompor gas, harus memperhatikan dan membandingkan antara merek yang satu dengan lainnya, agar tidak terkecoh dengan harga yang mahal tetapi kualitasnya kurang bagus saat digunakan.

Cara Membersihkan Kompor

  1. Rendam Ring Kompor Gas

Langkah pertama membersihkan kompor gas adalah memisahkan ring dari tungkunya. Kemudian rendam ring selama 2 hingga 4 jam, di dalam sabun cuci dan satu sendok asam sitrat yang dilarutkan dalam air panas. Setelah itu sikat ring sampai bersih, bilas dan keringkan.

  1. Bersihkan Tungku Kompor

Tungku kompor gas tidak boleh dibersihkan dengan air dan sabun, karena bisa membuat tungku menjadi lembap, menyebabkan jamur dan kualitas api menjadi kurang bagus. Kamu bisa menyeka tungku dengan kain yang sudah diberi krim khusus untuk membersihkan kompor, lalu gosok bagian yang ada nodanya dengan sikat.

  1. Cek Selang Regulator Gas

Selain membersihkan secara rutin, kamu harus cek selang regulator gas secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi kebocoran gas dan pemasangan selang yang tidak pas. Selang gas juga harus rutin dibersihkan dengan kain yang sudah dibasahi air dan sabun, lalu lap lagi dengan kain yang kering.

5 Tips Menyimpan Cabai Yang Baik Dan Benar

5 Tips Menyimpan Cabai Yang Baik Dan Benar

Cabai adalah salah satu bahan masakan yang digemari masyarakat Indonesia. Walaupun memiliki rasa yang pedas, tetapi cabai bisa membuat cita rasa masakan menjadi sangat lezat. Cabai memiliki berbagai macam jenis yang bisa ditemukan dipasaran, mulai dari cabai rawit, cabai hijau, cabai besar, cabai keriting dan lain sebagainya yang memiliki kegunaan berbeda-beda.

Namun penyimpanan cabai harus diperhatikan dengan benar, karena cabai mudah kering dan busuk. Agar cabai awet dan tidak mudah busuk, berikut tips menyimpan cabai agar awet yang bisa dicoba.

Tips Menyimpan Cabai

  1. Mencabut Tangkai Cabai

Tips menyimpan cabai agar awet yang pertama adalah mencabut tangkai cabai. Kesegaran cabai bisa dilihat dari tangkainya yang masih berwarna hijau dan bentuknya tidak lembek. Agar cabai bisa tahan lama, kamu bisa mencabut tangkainya saat menyimpan cabai.

  1. Tidak Perlu Dicuci

Agar cabai tahan lama saat disimpan, kamu tidak perlu mencuci cabai sebelum menyimpan di dalam wadah. Cabai bisa dibersihkan dengan tisu kering. Karena mencuci cabai bisa menyebabkan tekstur cabai menjadi lembap dan lembek, sehingga cabai mudah busuk dan tidak awet. Kamu bisa mencuci cabai saat akan digunakan.

  1. Menaruh Bawang Putih dalam Wadah

Saat menaruh cabai di dalam wadah, taruhlah satu siung bawang putih yang sudah dikupas di atas cabai yang sudah ditaruh dalam wadah. Bawang putih memiliki sifat sebagai anti bakteri, yang bisa menghambat perkembangbiakan bakteri di dalam cabai, sehingga menahan cabai agar tidak mudah busuk.

  1. Simpan dalam Wadah Tertutup

Wadah yang digunakan untuk menyimpan cabai, harus dialasi dengan tisu kering terlebih dahulu. Pastikan tisu yang digunakan adalah tisu yang kering. Lalu masukkan cabai ke dalam wadah, taruh bawang putih di atasnya dan tutup wadah dengan rapat.

  1. Simpan dalam Kulkas

Jika sudah ditaruh ke dalam wadah tertutup, simpan cabai di dalam kulkas yang bagian rak penyimpanan sayur. Jangan simpan cabai di dalam freezer, karena bisa membuat cabai berair dan busuk.

Macam-macam cabai

  1. Cabai Rawit

Cabai rawit adalah salah satu jenis cabai yang paling sering digunakan di Indonesia. Cabai ini memiliki ukuran yang kecil dan rasa yang pedas, sehingga sering diolah menjadi sambal. Cabai rawit terdiri dari cabai domba atau cabai putih, cabai jemprit dan cabai ceplik.

  1. Cabai Merah

Cabai merah adalah cabai yang digunakan untuk membuat rasa masakan menjadi lebih lezat, seperti masakan Padang. Cabai merah memiliki ukuran yang lebih besar daripada cabai rawit, namun rasa cabai merah tidak terlalu pedas seperti cabai rawit, sehingga kurang cocok digunakan untuk membuat sambal. Cabai merah juga bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami. Cabai merah yang masih muda namanya cabai hijau, yang sering digunakan untuk bahan masakan juga.

  1. Cabai Keriting

Cabai keriting memiliki bentuk yang panjang, ramping dan keriting, yang bisa digunakan untuk membuat sambal, tumisan, rendang, semur dan olahan masakan Indonesia yang lainnya.

  1. Cabai Gendot

Cabai gendot atau yang sering disebut juga dengan cabai gendol, adalah salah satu cabai yang bentuknya menggelembung. Cabai ini biasanya digunakan sebagai bahan sambal atau tumisan-tumisan. Cabai ini lebih pedas daripada cabai rawit.

  1. Paprika

Bentuk dari paprika sangat berbeda dengan bentuk cabai pada umumnya. Paprika memiliki bentuk seperti lonceng, yang warnanya merah, kuning dan hijau. Paprika memiliki rasa manis dan sedikit pedas, dengan tesktur yang sedikit keras dan cocok digunakan untuk pelengkap berbagai macam masakan.

 

Demikian tips untuk menyimpan cabai yang baik dan benar. semoga tips diatas dapat bermanfaat. untuk info menarik lainnya bisa didapatkan di mbahbuyut.com

×

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh!

Klik kontak di bawah ini atau kirim kan email [email protected]

× Bagaimana kami dapat membantu anda