Cabai adalah salah satu bahan masakan yang digemari masyarakat Indonesia. Walaupun memiliki rasa yang pedas, tetapi cabai bisa membuat cita rasa masakan menjadi sangat lezat. Cabai memiliki berbagai macam jenis yang bisa ditemukan dipasaran, mulai dari cabai rawit, cabai hijau, cabai besar, cabai keriting dan lain sebagainya yang memiliki kegunaan berbeda-beda.

Namun penyimpanan cabai harus diperhatikan dengan benar, karena cabai mudah kering dan busuk. Agar cabai awet dan tidak mudah busuk, berikut tips menyimpan cabai agar awet yang bisa dicoba.

Tips Menyimpan Cabai

  1. Mencabut Tangkai Cabai

Tips menyimpan cabai agar awet yang pertama adalah mencabut tangkai cabai. Kesegaran cabai bisa dilihat dari tangkainya yang masih berwarna hijau dan bentuknya tidak lembek. Agar cabai bisa tahan lama, kamu bisa mencabut tangkainya saat menyimpan cabai.

  1. Tidak Perlu Dicuci

Agar cabai tahan lama saat disimpan, kamu tidak perlu mencuci cabai sebelum menyimpan di dalam wadah. Cabai bisa dibersihkan dengan tisu kering. Karena mencuci cabai bisa menyebabkan tekstur cabai menjadi lembap dan lembek, sehingga cabai mudah busuk dan tidak awet. Kamu bisa mencuci cabai saat akan digunakan.

  1. Menaruh Bawang Putih dalam Wadah

Saat menaruh cabai di dalam wadah, taruhlah satu siung bawang putih yang sudah dikupas di atas cabai yang sudah ditaruh dalam wadah. Bawang putih memiliki sifat sebagai anti bakteri, yang bisa menghambat perkembangbiakan bakteri di dalam cabai, sehingga menahan cabai agar tidak mudah busuk.

  1. Simpan dalam Wadah Tertutup

Wadah yang digunakan untuk menyimpan cabai, harus dialasi dengan tisu kering terlebih dahulu. Pastikan tisu yang digunakan adalah tisu yang kering. Lalu masukkan cabai ke dalam wadah, taruh bawang putih di atasnya dan tutup wadah dengan rapat.

  1. Simpan dalam Kulkas

Jika sudah ditaruh ke dalam wadah tertutup, simpan cabai di dalam kulkas yang bagian rak penyimpanan sayur. Jangan simpan cabai di dalam freezer, karena bisa membuat cabai berair dan busuk.

Macam-macam cabai

  1. Cabai Rawit

Cabai rawit adalah salah satu jenis cabai yang paling sering digunakan di Indonesia. Cabai ini memiliki ukuran yang kecil dan rasa yang pedas, sehingga sering diolah menjadi sambal. Cabai rawit terdiri dari cabai domba atau cabai putih, cabai jemprit dan cabai ceplik.

  1. Cabai Merah

Cabai merah adalah cabai yang digunakan untuk membuat rasa masakan menjadi lebih lezat, seperti masakan Padang. Cabai merah memiliki ukuran yang lebih besar daripada cabai rawit, namun rasa cabai merah tidak terlalu pedas seperti cabai rawit, sehingga kurang cocok digunakan untuk membuat sambal. Cabai merah juga bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami. Cabai merah yang masih muda namanya cabai hijau, yang sering digunakan untuk bahan masakan juga.

  1. Cabai Keriting

Cabai keriting memiliki bentuk yang panjang, ramping dan keriting, yang bisa digunakan untuk membuat sambal, tumisan, rendang, semur dan olahan masakan Indonesia yang lainnya.

  1. Cabai Gendot

Cabai gendot atau yang sering disebut juga dengan cabai gendol, adalah salah satu cabai yang bentuknya menggelembung. Cabai ini biasanya digunakan sebagai bahan sambal atau tumisan-tumisan. Cabai ini lebih pedas daripada cabai rawit.

  1. Paprika

Bentuk dari paprika sangat berbeda dengan bentuk cabai pada umumnya. Paprika memiliki bentuk seperti lonceng, yang warnanya merah, kuning dan hijau. Paprika memiliki rasa manis dan sedikit pedas, dengan tesktur yang sedikit keras dan cocok digunakan untuk pelengkap berbagai macam masakan.

 

Demikian tips untuk menyimpan cabai yang baik dan benar. semoga tips diatas dapat bermanfaat. untuk info menarik lainnya bisa didapatkan di mbahbuyut.com

×

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh!

Klik kontak di bawah ini atau kirim kan email [email protected]

× Bagaimana kami dapat membantu anda